Rehabilitasi bagi orang dengan disabilitas psikososial atau penyandang gangguan mental tidak hanya membutuhkan pendampingan dan pengobatan, tetapi juga dukungan keluarga. Hal tersebut dirasakan Dewa, warga Banyuwangi yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia, Yogyakarta.
Pada bulan Agustus 2026, Dinas Sosial Kabupaten Sleman mendapatkan laporan dari Tenaga Pendamping Sosial Kalurahan (TPSK) Kalurahan Tirtoadi mengenai Dewa yang saat itu telah menyelesaikan masa pengobatan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia. Namun, setelah dinyatakan dapat pulang, pihak keluarga menolak menerima kepulangannya sehingga Dewa kemudian dirujuk ke Rumah Penampungan Sementara (RPS) Dinas Sosial Sleman.
Dewa merupakan seorang anak yang memiliki tekad untuk mengubah hidupnya. Membawa cerita dan harapan dari Banyuwangi ke Sleman untuk bekerja. Namun, dalam perjalanannya, Dewa yang pernah mengalami gangguan mental karena adanya trigger membuat kondisinya kembali memburuk hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit jiwa.
Selama berada di RPS, Dewa mendapatkan pendampingan serta menjalani pengobatan secara rutin dan perlahan kondisinya kembali stabil. Dewa sudah dapat berkomunikasi dengan lancar, mampu diajak berinteraksi, serta melakukan berbagai aktivitas secara mandiri.
Setelah kondisinya dinilai stabil, Dinas Sosial Kabupaten Sleman kemudian berkoordinasi dengan keluarga agar Dewa dapat kembali ke lingkungan keluarga. Kepulangan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses rehabilitasi lanjutan, karena dukungan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pemulihan.
Dewa kemudian dipulangkan dan menjalani masa transisi di rumah singgah milik Dinas Sosial Banyuwangi sebelum kembali bersama keluarganya. Di rumah singgah tersebut, Dewa menyampaikan sebuah pesan sederhana namun penuh makna. Baginya, proses pemulihan tidak cukup hanya dengan pengobatan dan pendampingan. Ada tempat yang paling dia butuhkan untuk kembali menguatkan dirinya
“Rehabilitasi terbaik adalah bersama keluarga” ujar dewa
Perjalanan Dewa menjadi pengingat bahwa keluarga memiliki peran besar dalam proses pemulihan. penerimaan, dukungan, komunikasi, serta pendampingan dari orang-orang terdekat dapat menjadi bagian penting agar seseorang yang telah menjalani perawatan dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri di tengah masyarakat.


