Seorang pria bernama Iwan selama 4 bulan mendapatkan penanganan di Rumah Penampungan Sementara (RPS) milik Dinas Sosial Kabupaten Sleman yang diduga terlantar di wilayah Sleman akhirnya diserahkan kepada Dinas Sosial Karawang pada Jumat 13 Februari 2026 setelah melalui proses assesment dan penanganan oleh sejumlah pihak.
Berdasarkan hasil assesment terhadap klien Iwan dan mantan istrinya, diketahui bahwa saat ini Iwan masih tercatat sebagai penduduk Maguwoharjo, Sleman. Namun, ia lahir di Bandung, Jawa Barat dan sempat lama menetap di Karawang. Selama hidupnya, klien tercatat beberapa kali melakukan perpindahan administrasi kependudukan dari Karawang ke Sleman dan sebaliknya, terutama saat masih bersama mantan istrinya yang ber-KTP Maguwoharjo, Sleman.
Klien datang ke Sleman tanpa tujuan yang jelas dan mengaku telah ditelantarkan oleh saudaranya sendiri. Ia menyebut diantar ke wilayah Sleman dan kemudian ditinggalkan dijalanan dalam kondisi kesehatan yang menurun, dengan gejala stroke yang dideritanya.
Pada akhir November 2025, klien mengalami kecelakaan lalu lintas setelah tertabrak pengendara sepeda motor dikawasan depan Hotel Ambarukmo. Akibat kejadian tersebut, klien mengalami cedera ringan dibagian belakang kepala serta pada kaki kanan.
Klien kemudian dievakuasi oleh tim SES Sleman dan dibawa ke RS Siloam Yogyakarta untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Setelah menjalani perawatan inap selama tiga hari, pihak rumah sakit merujuk klien ke RPS Dinas Sosial Sleman pada 30 November 2025. Proses pengantaran dilakukan menggunakan ambulans RS Siloam, didampingi pihak keluarga pengendara yang menabrak klien.

Di RPS Dinsos Sleman, klien menjalani assesment lanjutan dan mendapatkan penanganan sosial. Setelah proses koordinasi dan pendataan selesai, pada 13 Februari 2026 klien akhirnya diserahkan kepada Dinas Sosial Karawang untuk penanganan lebih lanjut sesuai domisili dan penelusuran keluarga.
Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan orang terlantar dengan kondisi kesehatan yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditangani oleh instansi berwenang.


