Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana (Pratu Kemis Sarjana) merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam pengentasan angka kemiskinan di Kabupaten Sleman pada bidang Pendidikan. Melalui Program Sleman Pintar yang dikelola oleh Dinas Sosial sejak tahun 2022, Pemkab Sleman mengembangkan kerjasama dengan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) pada tahun 2025.
Pada hari Jum’at (16/04) bertempat di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) Pemkab Sleman secara simbolis menandatangi surat perjanjian kerjasama dengan UTY dan Chemco Group (PT. Mitrametal Perkasa, PT Nichinrin Indonesia, PT Sinar Mulia Teknalum). Dihadiri oleh Dinas Sosial Sleman, Bappeda Sleman, Ketua DPRD Sleman , Dinas Tenaga Kerja Sleman, Dinas Sosial DIY, dan mitra sosial (PKH,TKSK,TPSK).
Dengan adanya kerja sama ini merupakan pengembangan dari Program Sleman Pintar sebelumnya yang kini melibatkan perusahaan-perusahaan industri nasional, agar anak penerima Program Sleman Pintar tidak hanya kuliah saja namun juga dapat merasakan pengalaman magang dalam dunia kerja secara langsung.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto selaku Wakil Ketua TKPKD menyampaikan bahwa kemiskinan tidak cukup ditanggulangi dengan bantuan sosial semata. Akses terhadap pendidikan tinggi yang relevan dengan dunia kerja adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan dan kini mari kita wujudkan melalui Program Sleman Pintar Plus Plus.
“Ini adalah kerja gotong royong dari Pemkab Sleman, UTY dan PT Chemco Group untuk mewujudkan anak-anak muda Sleman yang memiliki kompetensi dan pengalaman kerja yang relevan,” katanya.

Sementara Bupati Sleman, Harda dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dan berkolaborasi dalam Progam Sleman Pintar Plus Plus.
Harapnya dengan adanya program ini dapat mewujudkan Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.
Dr. Bambang Moertono Rektor UTY, menyakatan dukungannya dengan adanya program ini yang sejalan dengan misi UTY untuk dapat berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pertemuan pihak UTY dengan Wakil Bupati Sleman sekaligus Ketua TKPK Kabupaten Sleman, pak Danang Maharsa beserta tim, kemudian menghasilkan program Sleman Pintar Plus Plus. Yakni kuliah di kampus dua tahun, kemudian magang di perusahaan satu setengah tahun,” jelas Bambang.

Perwakilan dari salah satu perusahaan (PT), Gede Agus Prayajana, berkomitmen untuk mendukung program Sleman Pintar Plus Plus ini. Kerjasama yang baik antara pemerintah, perguruan tinggi dan perusahaan (PT) dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman.


