“Tolong… tolong… tolong saya,” teriakan tersebut keluar dari seorang pria yang tampak tertimpa reruntuhan bangunan. Beberapa personel berseragam Relawan KSB Condongcatur pun segera datang menolong dengan sigap. Kondisi tersebut digambarkan dalam simulasi penanganan bencana gempa bumi yang diselenggarakan di halaman Kalurahan Condongcatur pada ( ).Kegiatan tersebut salah satu dari rangkaian dalam Pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) Condongcatur yang dilakukan oleh Dinas Sosial Sleman.

Selain menyelenggarakan simulasi kebencanaan, juga dilaksanakan pengukuhan pengurus KSB Condongcatur oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Bupati menyebutkan terbentuknya KSB menjadi wujud nyata keseriusan dan kepedulian Pemkab Sleman dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Sleman. Melalui pengukuhan pengurus KSB ini, Kustini berharap dapat semakin meningkatkan kinerja dan sinergi antara KSB dengan pemerintah, utamanya pada berbagai program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam mitigasi bencana.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono menjelaskan pengurus KSB yang dikukuhkan berjumlah 50 orang yang terdiri dari relawan, tokoh masyarakat, linmas, kader dan karang taruna. Adapun materi simulasi diantaranya meliputi pertolongan pertama pada kedaruratan, pengelolaan shelter, dapur umum, logistik, dan keposkoan. Kepala Dinas Sosial Sleman, menuturkan bahwa sampai sekarang sudah ada 19 KSB di Kabupaten Sleman, dan targetnya tahun ini ada tambahan 4 KSB, jelasnya.

Dalam acara tersebut Bupati Sleman juga menyerahkan bantuan sejumlah alat penanggulangan bencana, seperti tenda, selimut, makanan cepat saji, matras, peralatan dapur, dan lain-lain. Bantuan tersebut senilai 78 juta rupiah yang berasal dari Dinas Sosial DIY.


