“Tantangan bagi kalian adalah memasak untuk sekitar 70 orang selama 15-30 menit, dimulai dari sekarang!”. Kalimat tersebut tidak diucapkan dalam kontes Master Chef, tetapi dalam Bimtek Pembentukan KSB “Margomulyo” yang dilaksanakan pada 23-25 Mei 2022 di Balai Kalurahan Margomulyo, Seyegan.

Dalam materi praktek Dapur Umum, Agus Indarto, selaku instruktur dari Tagana Sleman memberikan arahan kepada Divisi Dapur Umum yang berjumlah 10 orang terkait pembagian tugas memasak nasi, sayur, lauk dan mie yang disimulasikan untuk 70 orang pengungsi korban puting beliung. Para peserta tampak antusias menyelesaikan tugas meski terdapat beberapa kekurangan yang menjadi bahan evaluasi, diantaranya; tingkat kematangan nasi, waktu memasak yang melewati batas, pengadukan bumbu mie yang kurang merata hingga proses pemorsian lauk dan sayur yang kurang pas saat pembungkusan.
“Wajar, karena mereka baru pertama kali memasak dalam jumlah banyak dan waktu yang terbatas, sehingga harus perlu berlatih lagi. Bagaimanapun, soal cita rasa, kebersihan, dan porsi yang pas tetap harus diperhatikan, agar pengungsi tidak hanya kenyang tapi juga merasakan kenikmatan, ujar Agus Indarto memberikan penjelasan.

Acara Bimtek sendiri merupakan materi hari kedua yang dibagi ke dalam beberapa praktek, yakni; praktik mendirikan tenda posko, praktik PPGD, dan praktik dapur umum. Sementara pada hari sebelumnya disampaikan materi kelas tentang Mitigasi Bentana.
Kegiatan diakhiri pada hari ketiga dengan Pengukuhan yang dihadiri oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H.Y. Aji Wulantara, S.H., M.Hum, mewakili Bupati Sleman. Pengukuhan dilanjutkan dengan penyerahan logistik secara simbolis dari Dinas Sosial DIY ke Ketua KSB “Margomulyo”, dan peninjauan gardu dan lumbung sosial.
Dalam kesempatan ini, Bupati Sleman dalam sambutan tertulisnya mengharapkan bahwa melalui pengukuhan KSB dapat semakin meningkatkan kinerja dan sinergisitas KSB dengan pemerintah utamanya pada berbagi program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam mitigasi bencana.


