Sebanyak 190 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Graduasi mengikuti sosialisasi dan assesment calon penerima bantuan usaha ekonomi produktif (UEP) dari Pemerintah DI Yogyakarta melalui mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK). KPM tersebut dahulu merupakan penerima PKH namun sudah dihentikan karena sudah tidak memiliki komponen ataupun mengundurkan diri.

Sosialisasi dan Assesment berlangsung di Balai Kalurahan Trimulyo, Pandowoharjo dan Donokerto pada Senin (14/3) sampai Jum’at (18/3) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dalam Assesment, KPM digali informasi dan potensi usaha yang dimiliki dengan metode wawancara.
“Program ini sudah berlangsung sejak tahun 2018 di Prambanan, kemudian berlanjut ke Tempel, Seyegan, Mlati dan Gamping. Tahun ini, lokasi program ada di Kapanewon Turi dan Sleman,” ujar Feri Istanto, Sub Koordinator Substansi Pemberdayaan Sosial Dinsos Sleman. Jika terpilih, KPM akan menerima bantuan senilai Rp. 3 juta untuk dikembangkan menjadi usaha ekonomi produktif. Selama 3 tahun ke depan, KPM akan didampingi, dipantau dan dievaluasi usahanya.

