Bupati Sleman Kukuhkan Satgas Anti Napza Berbasis Masyarakat

Pada Kamis 12 Juli 2018, Bupati Sleman mengukuhkan 10 Satgas Anti Penyalahgunaan Napza (Narkorika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya) berbasis masyarakat Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. “Satgas Anti Napza Berbasis Masyarakat yang dikukuhkan ini, merupakan perwakilan dari sepuluh rintisan Desa Pelopor Bebas Penyalahgunaan Napza yang dibentuk oleh Pemkab Sleman melalui Dinas Sosial yang bekerjasama dengan BNNK Sleman dalam upayanya memerangi peredaran Napza,” kata Sri Murni Rahayu selaku Kepala Dinas Sosial Kebupaten Sleman dalam laporannya kepada Bupati Sleman.

Murni mengungkapkan dengan dikukuhkannya satgas dari sepuluh desa ini, saat ini Sleman memiliki 44 Desa Pelopor Bebas Napza. “Pengukuhan ini didasarkan atas keprihatinan atas peredaran narkoba yang tidak hanya menyasar orang dewasa, namun juga sampai ke anak TK,” tambah Murni.

“Tujuan dikukuhkannya Satgas Anti Napza ini yakni sebagai upaya membangun jejaring masyarakat untuk menumbuhkan partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam rangka menanggulangi dan mencegah peredaran narkoba,” jelasnya.

Pengukuhan ini, diharapkan dapat mendorong dan memotivasi masyarakat dalam melaksanakan program kegiatan rintisan desa pelopor bebas Napza, sehingga generasi muda terhindar dari penyalahgunaan Napza. Bupati Sleman, Sri Purnomo mengharapkan dengan dikukuhkannya Satgas Anti Napza dapat memperkuat upaya penanggulangan penyalahgunaan Napza, yang mana penanggulangan tersebut harus dilakukan secepat mungkin dan tidak bisa ditunda-tunda.

“Penanganan penyalahgunaan Napza harus ada sinergi dari semua aparat sampai dengan melibatkan masyarakat. Saya menjadi lebih lega, ada 10 desa masing masing desa ada 40 orang yang dikukuhkan merupakan langkah yang sangat strategis dalam menanggulangi Napza. Karena peredaran Napza ini menggunakan berbagai macam cara yang terkadang awalnya tidak kita mengerti,” ungkap Sri Purnomo.

Menurutnya, Sleman sebagai pusat pendidikan di Indonesia yang memiliki ribuan mahasiswa menjadi potensi dalam penyalahgunaan Napza ini. Oleh karenanya sangat penting dilakukan pencegahan. “Sleman sebagai pusat pendidikan di Indonesia. Ada ribuan mahasiswa dari penjuru daerah di Indonesia yang menimba ilmu disini. Yang ditakutkan Napza ini menjadi tren di kalangan anak muda. Itu yang harus kita waspadai,” kata Sri Purnomo.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Dinas Sosial

Dinas Sosial

Artikel ini dibuat oleh segenap karyawan dinas sosial

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

unnamed

INSPIRASI.

media untuk mendapatkan ilham, ide, atau gagasan yang dapat menambah semangat dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
Open chat
1
Haloo 👋🏻👋🏻👋🏻
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by