Warga Sleman Mulai Terima BPNT

Warga Kabupaten Sleman mulai menerima program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada 25 April 2018. BPNT merupakan program bantuan sosial pangan (Bansos Pangan) sebagai pengganti program bantuan sosial beras untuk rakyat sejahtera (Bansos Rastra) yang pada awalnya bernama program Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin).

Sebanyak 54.045 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Kecamatan Sleman telah menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dibagikan pada 23 dan 24 April 2016 di 26 titik distribusi, baik balai desa ataupun pendopo kecamatan. Selanjutnya, KPM tersebut menerima transferan atau top up dana sebesar Rp.110 ribu yang harus dibelanjakan di eletronik warung gotong royong (e-Warong) yang menjadi agen Bank Penyalur.

Di Kabupaten Sleman tersedia sejumlah 158 E-Warong yang sudah siap melayani dari 292 E-Warong yang direncanakan oleh Bank Mandiri. “Belum semua E-Warong bisa melakukan transaksi, karena mesin EDC akan datang secara bertahap”, ujar Muhammad Rusdi, dari Bank Mandiri Kantor Area Yogyakarta.

Pada awalnya, sempat terjadi gangguan koneksi pada mesin electronic data capture (EDC) yang ada di E-Warong yang melayani penerima BPNT, sehingga terjadi kegagalan transaksi. Gangguan baru mulai teratasi pada sore harinya, sehingga KPM bisa membelanjakan bantuan yang diterima dengan komoditas yang sudah ditentukan, yakni beras dan telur. “Alhamdulillah, dengan program ini kami bisa mendapatkan beras dan telur sesuai dengan kebutuhan dan kualitas yang kami inginkan”, ujar seorang KPM warga Bantulan, Sidoarum.

KPM dapat memilih kualitas, waktu, harga, maupun tempat pembelian bantuan pangan non tunai. “Kami tidak boleh mengarahkan mereka untuk membeli di e-Warong tertentu, yang penting hanya boleh membeli beras dan telur,”ujar Ir. Suparmono, MM, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial yang selama beberapa hari aktif memantau proses transaksi di berbagai E-Warong.

Beberapa permasalahan yang ditemui dalam program ini diantaranya, masih ada 11.699 KKS yang belum terdistribusi karena berbagai permasalahan, seperti KPM yang tidak valid (pindah, ganda, meninggal, mampu, ataupun menolak bansos) maupun KPM yang tidak bisa hadir saat jadwal distribusi KKS. Selain itu, juga terdapat beberapa rekening yang gagal transfer sehingga bantuan belum sampai ke rekening. “Pelan-pelan, satu persatu, semoga semua permasalahan bisa kita atasi,” imbuh pria yang tinggal di Kalasan tersebut menambahkan.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Dinas Sosial

Dinas Sosial

Artikel ini dibuat oleh segenap karyawan dinas sosial

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

unnamed

INSPIRASI.

media untuk mendapatkan ilham, ide, atau gagasan yang dapat menambah semangat dalam mencapai tujuan yang diharapkan.