Kampung Siaga Bencana ke 11 Terbentuk di Desa Tirtoadi

Bertempat di Lapangan Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Wakil Bupati Sleman  Dra. Sri Muslimatun, M.Kes. pada Minggu 29 April 2018 mengukuhkan pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) Desa Tirtoadi. Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengatakan Kabupaten Sleman termasuk wilayah rawan bencana. Ada 7 jenis bencana yang dimungkinkan terjadi, mulai dari Erupsi Gunung Api Merapi, banjir lahar hujan, gempa bumi, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan dan kebakaran.

Paradigma penanggulangan bencana berubah sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi pada masa yang akan datang. Dengan telah terbitnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, maka pencegahan  dan kesiapsiagaan terhadap bencana melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui  pengorganisasian  serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna harus terus diupayakan dan dilakukan dengan pelibatan seluruh elemen yang ada di masyarakat,” ujar Muslimatun.

Kepala Dinas Sosial, Sri Murni Rahayu, SH, MM dalam laporan kegiatan mengatakan bahwa tujuan dari KSB adalah; Memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang kerawanan dan ancaman bencana, membentuk jejaring kerja yang berkaitan dengan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat, dan mengorganisir potensi masyarakat agar terlatih dalam kesiapsiagaan menanggulangi bencana.

Selain, pembentukan KSU juga bertujuan untuk memberikan kepastian dan kesinambungan terhadap proses kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat, memperkuat hubungan sosial antar anggota masyarakat, dan mengoptimalkan potensi sumberdaya untuk penanggulangan bencana.

Sebelum acara pengukuhan dilaksanakan simulasi penanganan bencana angin puting beliung dan gempa bumi oleh para peserta pelatihan. “Para peserta pelatihan yang dibimbing langsung oleh TAGANA Kabupaten Sleman mempraktekkan ilmu yang didapat selama  2 hari sebelumnya antara lain tentang apa itu KSB dan ketugasan KSB,” penjelasan Budi Winarno selaku Kasi Bantuan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Sleman. ”Tujuan dari simulasi yang dilakukan oleh tim Kampung Siaga Bencana dan masyarakat serta pihak terkait uintuk menguji atau mempraktekkan ketrampilan dan pengetahuan tentang penanggulangan bencana,” imbuh Budi.

Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta yang di wakili oleh Sigit Alfianto, SE, MM. selaku Kepala Seksi Bantuan Sosial dan Korban Bencana sangat mengapresiasi dan berterimakasih serta mengucapkan selamat kepada Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Tagana Kabupaten Sleman dan Pemerintah Desa Tirtoadi serta seluruh masyarakat desa Tirtoadi Kecamatan Mlati atas terbentuknya KSB Desa Tirtoadi yang dibiayai dari dana APBD Kabupaten Sleman. “Ini merupakan KSB yang ke 11 di Kabupaten Sleman dan KSB ke 38 di Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Sigit.

Pada kesempatan tersebut Sigit atas nama Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta juga menyerahkan Logistik Lumbung Sosial seharga nominal Rp. 51.804.040,00 (lima puluh satu juta delapan ratus empat ribu empat puluh rupiah) yang berupa 14 jenis barang. Acara diakhiri dengan makan siang hasil masakan para peserta dan pengurus Kampung Siaga Bencana Desa Tirtoadi.

SEMANGAT PAGI!!!!

 

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Dinas Sosial

Dinas Sosial

Artikel ini dibuat oleh segenap karyawan dinas sosial

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

unnamed

INSPIRASI.

media untuk mendapatkan ilham, ide, atau gagasan yang dapat menambah semangat dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
Open chat
1
Haloo 👋🏻👋🏻👋🏻
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by