Bapel Jamkesos DIY dan Dinas Sosial Kab. Sleman Sosialisasikan JPS dan Jamkesta

Bapel Jamkesos dan Dinas Sosial melaksanakan sosialisasi program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta) pada Rabu 18 April 2018 di Ruang Rapat Nakula Lantai 3 Dinas Sosial Kabupaten Sleman. Sosialisasi dihadiri oleh Kepala Seksi Pelayanan Desa, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan dan pendamping PKH yang baru saja menduduki jabatan tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sri Murni Rahayu, SH, M.M, menyampaikan bahwa program JPS diatur dengan Surat Peraturan Bupati Sleman Nomor 40.1 Tahun 2017. JPS adalah bantuan sosial yang tidak terencana berupa uang yang diberikan kepada penduduk sleman dengan status sosial ekonomi sebagai keluarga miskin dan atau rentan miskin, korban benturan sosial, serta keterlantaran di kabupaten Sleman.

Terdapat 3 bidang Program JPS yaitu Kesehatan, Pendidikan dan Sosial. Besaran bantuan maksimal untuk masing-masing bidang adalah Rp. 5 juta untuk Kesehatan , Rp. 3 Juta  untuk pendidikan dan untuk bidang Sosial bervariasi. Misalnya untuk ketelantaran adalah Rp.500 ribu, disabilitas 300 ribu/bulan maksimal 6 bulan, lansia terlantar Rp.200 ribu/bulan maksimal 6 bulan, perawatan jenazah terlantar Rp.1,2 juta, pemakaman jenazah terlantar Rp.1 juta, pembuatan visum Rp.2 juta, dan korban benrutan sosial maksimal Rp.5 juta.

Sementara Kepala Seksi Kepesertaan Bapel Jamkesos DIY, Yanti Purwaningsih, ST,MSc memberikan sosialisasi tentang Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta), dimana pada tahun 2018, terdapat pengembangan program, dimana Bapel Jamkesos melaksanakan pengembangan konsep ‘Kesehatan Keluarga’, dengan konsep bahwa pembangunan kesehatan keluarga merupakan upaya mengeliminasi penyakit dan pemeliharaan kesehatan secara komprehensif. Bapel Jamkesos secara komprehensif melaksanakan program jaminan kesehatan preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Paket manfaat dan ketentuan jaminan kesehatan tersebut yaitu; (1) Kuratif, terdiri paket setelah pasien sakit, rawat jalan dan rawat inap, yang dilayani fasilitas kesehatan yang sudah membuat MoU dengan Bapel Jamkesos dan pelayanan sesuai kondisi medis; (2) Rehabilitatif yakni Pemulihan atau optimilisasi kesehatan setelah dirawat di RS/difabel, (3) Preventif KIA, yakni pelayanan jaminan untuk ibu hamil, bersalin, bayi penduduk miskin tidak memiliki jaminan kesehatan, dan terakhir (4) Preventif Posbindu PTM/Disabilitas yang meliputi pelayanan jaminan untuk orang penyandang disabilitas, dan pemberian alat bantu fungsional.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Dinas Sosial

Dinas Sosial

Artikel ini dibuat oleh segenap karyawan dinas sosial

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

unnamed

INSPIRASI.

media untuk mendapatkan ilham, ide, atau gagasan yang dapat menambah semangat dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
Open chat
1
Haloo 👋🏻👋🏻👋🏻
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by